Ilmu Bahagia

Salah satu cara menjalani hidup dengan (lebih) bahagia …

Sebutan: Ki , Nyi, Pambahureksa, Bangkokan, Junggringan

Posted by Wijayanto on January 10, 2008

Dalam komunitas pelajar Kawruh Jiwa (KJ), biasa digunakan sebutan ‘Ki‘, untuk menyebut orang laki-laki dan ‘Nyi‘ untuk menyebut orang perempuan.

Sebutan Ki dan Nyi ini tidak hanya berlaku bagi para orang tua namun juga orang /anak muda, bahkan untuk anak kecil.

Prinsip kesetaraan manusia dalam KJ tidak membedakan tingkat-tingkat usia.
Prinsip tanpa guru tanpa murid, tidak membedakan antara “pelajar baru” dengan “pelajar lama” atau yang sudah “ahli”

Para pengurus komunitas pelajar KJ disebut ‘Pambahureksa
Orang-orang yang sudah “mumpuni” dalam KJ sering disebut ‘Bangkokan Kawruh Jiwa’.

Ya.. kata “bangkokan” diambil dari kata yang dipakai untuk menyebut pemimpin rombongan kera (monyet). Dalam rombongan kera (monyet), kera pemimpinnya disebut “Bangkokan”

Kata “bangkokan” ini digunakan mungkin dengan maksud bahwa orang yang “mumpuni” tersebut tidak sombong (dibandingkan misalnya disebut dengan guru/guru besar– yang dapat menimbulkan rasa “puas” dan “bangga”). Apa yang dapat dibanggakan dari ‘pemimpin rombongan kera’?

Pertemuan-pertemuan pelajar KJ disebut junggringan. Kata yang diambil dari kata-kata “junggring saloka” , tempat berkumpulnya para dewata di khayangan.

(Ki) Wijayanto

Advertisements

Posted in Umum | 1 Comment »

Hilangkan Fanatisme dengan Kawruh Jiwa

Posted by Wijayanto on January 9, 2008

Karena Surat Pembaca yang dimuat di Suara Merdeka berjudul “Hilangkan Fanatisme dengan Kawruh Jiwa“, saya dikontak oleh banyak orang yang berminat mempelajari lebih lanjut mengenai Kawruh Jiwa,
Ya, kalau mau belajar bersama-sama kami di Salatiga, tiap bulan, hari Minggu, pada minggu ke-3 setiap bulan, kami ada “junggringan” Bertempat di Rumah Bpk. Tri Kadarisman, Jl. Muria no. 167 (telp. 0298-314547),  dimulai pukul 14.00 – selesai

Untuk para pembaca semua, kami di Salatiga sedang mempersiapkan tulisan-tulisan untuk memudahkan pembelajaran Kawruh Jiwa (tentunya menurut tafsir kami…)

Ya…, semoga di sela-sela kesibukan pekerjaan sehari-hari, tulisan itu dapat segera kami selesaikan…

langgeng bungah susah
p.wijayanto

Posted in Umum | Leave a Comment »

PINDAH RUMAH…

Posted by Wijayanto on October 29, 2007

website ini pindah rumah sejak 29 Oktober 2007,move.jpg

ke rumah baru (kost) di salatiga.biz, tepatnya di

http://ilmubahagia.salatiga.biz

Namun, ternyata rumah baru tidak nyaman, (terus terang nggak tahu kenapa, setelah beberapa saat, formatnya jadi berantakan) jadi ya pas malam 1 suro,  balik lagi ke sini saja, disini gratis tis tis….admin

Posted in Umum | 4 Comments »

Uran-uran begja (senandung bahagia)

Posted by Wijayanto on September 29, 2007

Senandung bahagia atau “uran-uran begja” adalah bait-bait lagu (MACAPAT) yang ditulis oleh KAS, sebagai sarana untuk memperkenalkan ajaran KJ.

Lagu-lagu dalam uran-uran begja, biasanya sebagian dilantunkan dalam pertemuan pelajar KJ, dan secara lengkap dinyanyikan dalam jonggringan tahunan yang diadakan di Kroya, Bringin, Kab. Semarang — 10 km dari Salatiga

Lagu-lagu ini telah dibuat VCD-nya oleh Ki Mul (dari Klaten), nanti  kapan-kapan potongan VCD itu akan saya upload ke YouTube, dan dapat diakses wia website ini.

admin

Posted in Senandung Bahagia | Leave a Comment »

Senang / bahagia dan susah / celaka

Posted by Wijayanto on September 28, 2007

Sebagian arti hidup adalah untuk mengalami senang dan susah. Hidup yang terus menerus bahagia, bukanlah hidup yang baik ( George Loewenstein) — itulah tulisan awal dari Ninok Leksono yang dimuat di harian Kompas, 16 Mei 2007 yang berjudul “Uang dan Ilmu Bahagia”

Ya.. Seperti halnya “falsafah” dalam Kawruh Jiwa (KJ) yaitu “Langgeng Bungah Susah”, para pelajar KJ, menyadari sepenuhnya adanya rasa senang dan susah yang silih berganti.

Read the rest of this entry »

Posted in Tafsir Kawruh Jiwa | Leave a Comment »

Main Ketoprak

Posted by Wijayanto on September 23, 2007

kas.jpgKAS sering bermain ketoprak (salah satu nama kesenian dari Jawa — berupa sandiwara/drama, yang biasanya mengisahkan kehidupan sebuah kerajaan). Jika main ketoprak, KAS selalu mendapat peran menjadi raja. (ya pantas, karena beliau memang anak raja)

Demikian diceritakan oleh Ki Sadi, (sekarang tinggal di Salatiga, dulu semasa kecil tinggal di Kroyo, Bringin, — pada masa hidup KAS), dalam acara jonggringan (pertemuan) para Pelajar Kawruh Jiwa di kampus Muria – Salatiga (tempat belajar Kawruh Jiwa dibeberapa tempat dinamakan “kampus”)

Posted in Tentang KAS | Leave a Comment »

Menanam Pisang

Posted by Wijayanto on September 23, 2007

Di kebunnya yang (dahulu) seluas sekitar 12 hektar, Ki Ageng Suryamentaram (KAS) terdapat berbagai tanaman, antara lain yang banyak adalah tanaman pisang, ketela, jagung, dan kapuk (randu). Kebun KAS digarap juga oleh beberapa orang yang tinggal di sekitar rumah KAS. Oleh KAS, beberapa orang memang diijinkan untuk mengerjakan kebunnya, boleh mengambil hasil kebun, tetapi dengan catatan, tidak boleh mengambil buah pisang. Pisang adalah “milik” KAS, diceritakan oleh Ki Sadi, (sekarang tinggal di Salatiga, dulu semasa kecil tinggal di Kroyo, Bringin, — pada masa hidup KAS), kegiatan KAS di sore hari antara lain membersihkan daun-daun pisang yang kering (jawa=klaras)

Posted in Tentang KAS | 4 Comments »

Bercelana pendek dan tidak mengenakan baju

Posted by Wijayanto on September 23, 2007

Diceritakan oleh Ki Sadi, yang mengalami masa ketika Ki Ageng Suryamentaram (KAS) masih hidup di Kroyo, Bringin, Salatiga (sebenarnya tepatnya Bringin termasuk Kabupaten Semarang — tetapi lebih dikenal dekat dengan Salatiga), jika sedang berjalan-jalan KAS tidak mengenakan baju. Pakaian “kebesarannya” adalah celana pendek, bersabuk lebar, dan berselempang sarung, selalu membawa “slepen” (tempat tembakau dan kertas rokok)

Celana pendek KAS, memang menjadi ciri khas KAS, seperti dalam foto bersama Presiden RI pertama Ir. Soekarno, terlihat KAS juga bercelana pendek.

bersama Ir. Soekarno

Posted in Tentang KAS | 1 Comment »

Mulur mungkret (mengendor dan mengerut)

Posted by Wijayanto on September 23, 2007

Konsep mulur mungkret (mengendor dan mengerut) disampaikan Ki Ageng Suryomentaram (KAS) dalam upaya untuk memahami keinginan manusia. Setiap manusia (normal) pasti memiliki keinginan, keinginan yang selalu bertambah-tambah, sesuai dengan ‘nature’ manusia yang tidak pernah puas. Sebaliknya jika keinginannya tidak tercapai, seringkali manusia menurunkan target keinginannya.

Contohnya, orang yang ingin memiliki kendaraan. Semula ingin memiliki sepeda motor, jika sudah tercapai ingin memiliki mobil sederhana, sudah tercapai, ingin memiliki mobil yang lebih bagus, ingin memiliki lebih dari satu mobil, dan seterusnya. Ini adalah keinginan yang ‘mulur‘ (mengendor)

Read the rest of this entry »

Posted in Hidup sehari-hari, Tafsir Kawruh Jiwa | Leave a Comment »

AKU tukang nyawang

Posted by Wijayanto on September 23, 2007

Aku tukang nyawang (ATN) mungkin lebih tepat disebut dalam bahasa Indonesia sebagai Aku pelihat, atau Aku pengamat. Dalam ajaran Ki Ageng Suryomentaram (KAS), ATN ini ada dalam hubungannya dengan Aku kramadangsa (AK). Dalam pemahaman di luar Kawruh Jiwa, mungkin ATN ini identik dengan roh, sedangkan AK identik dengan tubuh + jiwa. Sedikit berbeda dalam beberapa konsep tentang manusia adalah ‘posisi’ hati nurani. Pada berbagai pendapat, hati nurani sering dianggap sebagai suara ‘Tuhan’– sehingga lebih dekat dengan ‘roh’. Sedangkan dalam ajaran KAS, hati nurani adalah bagian dari AK.

Mencoba memahami ATN dan AK
Menurut cerita Ki Harsono, saat dia masih bersekolah, hidup bersama dengan KAS, suatu kali ketika akan berangkat sekolah, dipanggil oleh KAS, dan diminta untuk memegang ‘aku’. Kira-kira berikut ini dialog antara KAS dan Ki Harsono

Read the rest of this entry »

Posted in Tafsir Kawruh Jiwa, Tentang "aku" | 13 Comments »