Ilmu Bahagia

Salah satu cara menjalani hidup dengan (lebih) bahagia …

Archive for the ‘Umum’ Category

Junggringan SABTU WAGE di Salatiga

Posted by Wijayanto on January 6, 2011

Mulai beberapa bulan yang lalu, diselenggarakan Junggringan pada setiap:

hari SABTU WAGE,

bertempat di rumah Ki Hartadi (Toko Ratna),

Jalan RW Monginsidi,  SALATIGA. (atau kadang di rumah yang di Grogol, Salatiga)

dimulai jam 14-00 sampai selesai.

Junggringan ini terbuka bagi siapa saja yang (ingin) belajar Kawruh Jiwa.

Advertisements

Posted in Junggringan, Umum | Leave a Comment »

Wejangan Kawruh Laki-Rabi

Posted by Wijayanto on November 28, 2010

Ini (akan) disampaikan oleh Ki Wagiman Danu Rusanto, pada pasangan pengantin, tanggal 1 Desember 2010.
Pasangan pengantin ini sebenarnya beragama Kristen dan Islam, namun yang Kristen mengalah, menikah di KUA. Untuk menghindari rasa tidak nyaman jika “ular-ular” disampaikan oleh salah satu pihak, maka Ki Wagiman dari KAWRUH JIWA, diminta menyampaikan ‘ular-ular’-nya.

Garis besar ular-ular itu, termuat dalam beberapa bait tembang berikut ini:
Read the rest of this entry »

Posted in Hidup sehari-hari, Peristiwa, Umum | Leave a Comment »

Junggring Saloka Agung

Posted by Wijayanto on February 16, 2010

Menurut informasi yang terakhir saya dapatkan,
Junggring Saloka Agung 2010, akan dilaksanakan tanggal 29 Mei 2010 di Jogjakarta
Contact Person: Ki Prasetyo
telepon (0274) 376798
HP: 08156886292

Posted in Peristiwa, Umum | Tagged: , | 1 Comment »

Pernikahan ‘ala’ Kawruh Jiwa

Posted by Wijayanto on March 11, 2009

Ki Wagiman, sebagai pemuka Kawruh Jiwa, diberi wewenang oleh pemerintah untuk dapat bertindak sebagai “penghulu” nikah di komunitas KJ.

Pernikahan pertama ala KJ, sudah dilangsungkan pada tanggal 18 Maret 2009 yang lalu. Sayang saat itu saya tidak dapat menyaksikan jalannya acara pernikahan, karena saya pulang malam dari mengikuti kunjungan ke Perusahaan Djarum – Kudus.
Read the rest of this entry »

Posted in Hidup sehari-hari, Peristiwa, Tafsir Kawruh Jiwa, Umum | 18 Comments »

Undangan Peringatan 10 Windu “Uran-uran Begja”

Posted by Wijayanto on September 22, 2008

Langgeng Bungah Susah,

10 Windu Uran-uran Begja (2 Oktober 1928 – 2008)

Untuk mengenangnya, akan dilakukan pertemuan pada Minggu, 12 Oktober 2008, di Desa Kroya, Kecamaan Bringin, Kabupaten Semarang, di tempat bekas Ki Ageng Suryamentaram mengumandangkan syair-syair tersebut.

Ketentuan: (seperti biasanya): segala keperluan pribadi dipersiapkan sendiri-sendiri.

Contact Person:

Klaten: Ki Purwanto Subakir 0272 – 897003

Kab. Semarang: Ki Wagiman 0298 – 7101275

Salatiga: Ki Tri Kadarsila 0298 – 323983

Salatiga: Ki Langgeng Wiwoho 0298 – 311608

Salatiga: Ki Ismunandar 0298 – 340181

atau, jika hanya perlu informasi, bisa kontak ke email: wit@salatiga.biz

Posted in Umum | Leave a Comment »

“RITUAL” Kawruh Jiwa seperti apa ya????

Posted by Wijayanto on April 21, 2008

Pada tanggal 18 Maret 2008, oleh Dinas Pariwisata Jawa Tengah, (+ Kabupaten Semarang) dilakukan pen-dokumentasi-an acara “ritual” Kawruh Jiwa. Sebenarnya ini salah kaprah, karena sebenarnya Kawruh Jiwa tidak mengenal RITUAL. Sudah sering ditegaskan bahwa Kawruh Jiwa BUKAN agama, BUKAN kepercayaan, BUKAN keyakinan. Kawruh Jiwa hanya filsafat tentang hidup, dipelajari dengan KANDHA-TAKON (tanya-jawab) yang pertemuannya sering disebut dengan JUNGGRINGAN.

Read the rest of this entry »

Posted in Umum | 8 Comments »

Wohing ajaran Kawruh Jiwa

Posted by Wijayanto on April 16, 2008

Solo Pos, 27 Maret 2008

Ki Ageng Suryemantaram (KAS) miwiti mbabaraken ajaran kawruh begja wonten ing Desa Kroya, Bringin, Kabupaten Semarang, antawisipun sedasa kilometer ing sisih ler, saking kitha Salatiga.
Ajaran utawi filsafat kawruh begja kawiwitan saking sumerepipun Ki Ageng dhumateng hakikatipun tiyang, ingkang miturut Ki Ageng ing saben tiyang punika wonten kalih perangan ”Aku”, inggih punika ”Aku tukang nyawang” kaliyan ”Aku kramadangsa”. Filsafat kawruh begja punika sakmenika langkung moncer kanthi sebatan kawruh jiwa. Read the rest of this entry »

Posted in Tafsir Kawruh Jiwa, Umum | 8 Comments »

Kawruh Jiwa, Rompi Ontrokusuma dan Ki Theodorus Pujiono

Posted by Wijayanto on January 12, 2008

dikutip dari tulisan Ki Tri kadarsila di http://salatiga.bforum.biz , tepatnya di:
http://salatiga.bforum.biz/kawruh-jiwa-ilmu-bahagia-f11/kawruh-jiwa-rompi-ontrokusumo-dan-ki-theodorus-pujiono-t54.htm

Ki Ageng Suryomentaram (KAS) pd periode 1920-1928 di Yogya menulis Buku Langgar memuat 28 tulisan yng menurut saya (2003) mrpkn ‘surat politik’ dan keberpihakannya kpd ‘gerakan politik prakemerdekaan’. Ttp Ki Purwanto Subakhir (PS) (2006) melihat kumpulan surat tsb sbg wejang dan peta strategi pembelajaran-rasa Kawruh JIwa (KJ). Pada surat ke-3 bertajuk “Kere waja dateng Paman Karsana, dhik Mantri Pamicis, utawi Pak Suta” oleh PS ditafsir sbg lanjutan Surat ke 2 yang membahas ttg ‘kehendak’ (Jw: karep). Kere-waja dlm surat tsb diartikan pula sbg ‘rompi/kutang Ontrokusumo’ — yg dlm mitos Sunan Kalijaga dianggap sbg ‘senjata inkulturasi penyebaran Islam berbasis budaya Jawa di Pantai Utara Jawa’ (pen). Rompi tsb juga ditafsir sbg rompi-terbang bertanda bintang 8 di bagian dada milik R.Gatutkaca satria Pringgadani anak Wrekudara.

Read the rest of this entry »

Posted in Hidup sehari-hari, Umum | 3 Comments »

Junggringan, bukan jonggringan???

Posted by Wijayanto on January 12, 2008

Tadi sore saya dan Ki Harun sowan ke Ki Wagiman, menunjukkan bagan yang saya buat untuk ‘mempermudah’ memahami KJ. Di sela-sela pembicaraan “ngalor-ngidul” tentang KJ, saya melihat buku “Ilmu Djiwa” yang dicetak tahun 1956. Ee… saya baca ada tulisan “junggring saloka”.
Mungkin ini jawaban bagi ‘pertanyaan’ saya sekian lama, yang betul itu ‘jonggring’ apa ‘junggring’ atau sama saja?

Ya, sejak sekarang saya putuskan pakai kata ‘junggring’ saja…
Atau ada diantara Anda yang memiliki pendapat yang lebih meyakinkan apakah ‘jonggring’ apa ‘junggring’?

Posted in Junggringan, Umum | 2 Comments »

Sebutan: Ki , Nyi, Pambahureksa, Bangkokan, Junggringan

Posted by Wijayanto on January 10, 2008

Dalam komunitas pelajar Kawruh Jiwa (KJ), biasa digunakan sebutan ‘Ki‘, untuk menyebut orang laki-laki dan ‘Nyi‘ untuk menyebut orang perempuan.

Sebutan Ki dan Nyi ini tidak hanya berlaku bagi para orang tua namun juga orang /anak muda, bahkan untuk anak kecil.

Prinsip kesetaraan manusia dalam KJ tidak membedakan tingkat-tingkat usia.
Prinsip tanpa guru tanpa murid, tidak membedakan antara “pelajar baru” dengan “pelajar lama” atau yang sudah “ahli”

Para pengurus komunitas pelajar KJ disebut ‘Pambahureksa
Orang-orang yang sudah “mumpuni” dalam KJ sering disebut ‘Bangkokan Kawruh Jiwa’.

Ya.. kata “bangkokan” diambil dari kata yang dipakai untuk menyebut pemimpin rombongan kera (monyet). Dalam rombongan kera (monyet), kera pemimpinnya disebut “Bangkokan”

Kata “bangkokan” ini digunakan mungkin dengan maksud bahwa orang yang “mumpuni” tersebut tidak sombong (dibandingkan misalnya disebut dengan guru/guru besar– yang dapat menimbulkan rasa “puas” dan “bangga”). Apa yang dapat dibanggakan dari ‘pemimpin rombongan kera’?

Pertemuan-pertemuan pelajar KJ disebut junggringan. Kata yang diambil dari kata-kata “junggring saloka” , tempat berkumpulnya para dewata di khayangan.

(Ki) Wijayanto

Posted in Umum | 1 Comment »