Ilmu Bahagia

Salah satu cara menjalani hidup dengan (lebih) bahagia …

Tentang Ilmu Bahagia

Ilmu Bahagia, sebuah ajaran “kawruh begja” yang disampaikan oleh Ki Ageng Suryamentaram. Kawruh Begja, sekarang dikenal sebagai “kawruh jiwa”, yang para pemerhatinya tergabung dalam Komunitas Pelajar Kawruh Jiwa, dengan motto “LANGGENG BUNGAH SUSAH” (senang dan susah silih berganti)

Kawruh Jiwa (Ilmu Jiwa — Ilmu Bahagia) sering disalahmengerti sebagai sebuah aliran kepercayaan, atau ajaran kejawen.

Kami tegaskan disini bahwa Kawruh Jiwa (Ilmu Bahagia) BUKAN kepercayaan, BUKAN kejawen, juga BUKAN sebuah agama. Kawruh Jiwa adalah sebuah konsepsi yang dapat digunakan untuk memahami sebagian hidup dan kehidupan ini.

Langgeng bungah susah, 21 September 2007

(ki) wijayanto- salatiga

21 Responses to “Tentang Ilmu Bahagia”

  1. sitijenang said

    salam kenal mas. 8) saya juga suka karya-karya beliau. sebetulnya kawruh beliau termasuk ngelmu kejawen, tapi definisinya memang tidak seperti anggapan kebanyakan orang.

  2. Saya sangat mengagumi karya-karya Ki Ageng Soeryo Mentaram. Bagi saya, beliau adalah really psycholog from Indonesia. Tapi sayang sekali, ahli-ahli psikologi kita lebih silau oleh ahli psikologi dari barat dan memandang sebelah mata karya pikir bangsa sendiri.
    Salam kenal.

    • Ya, saya juga cukup prihatin atas kondisi tsb.

    • Berta said

      ikut nimbrung mas, menarik sekali karya-karya Ki Ageng Suryomentaram… cuma nimbrung sedikit untuk menjelaskan bahwa fak Psikologi di Indonesia (setahu saya paling tidak UGM, Unv Ahmad Dahlan) mengangkat kajian khusus tentang ajaran ki Ageng. Mereka mengembangkan penelitian secara khusus bahkan terapi psikologis berdasarkan teori ke Ageng. Di fak Psi UKSW Salatiga juga memasukkan pembahasan karya ki Ageng dalam salah satu materi kuliah Psikologi Kepribadian, khususnya Psikologi Timur.
      Semoga informasi ini memberikan sedikit rasa optimis terhadap perkembangan ilmu psikologi di Indonesia.

  3. Wijayanto said

    Salam kenal juga,
    saya sedang berusaha mencari informasi mengenai ajaran-ajaran Suryomentaram yang tidak tertulis di buku-bukunya, dari orang-orang yang pernah hidup bersamanya.

  4. Warih andhana & Warih wijdonarko said

    Kulo nuwun…..
    Mastani enkang kawulo raosaken, liripun panjenenggane Ki Ageng Suryometaram sae sanget kagem guru dumateng poro pejabat negoro sakmeniko, engkang bok menewi sampun boten saget maleh di pun arani pejabat…..

  5. Wijayanto said

    Inggih leres, Kawruh Begja-nipun Ki Ageng Suryamentaram, sae sanget dados panuntun gesang srawung kaliyan tiyang sanes. “Prinsip” tanpa guru tanpa murid, mapanaken tiyang sajagad punika sami drajatipun, inggih punika “manungsa”.

  6. minak_jingga said

    Bapak saya pernah langsung berguru pada beliau, dan dikehidupannya memilih jadi petani meskipun pernah menjadi pejuang kemerdekaan dan pedagang… kakek saya juga bergabung dalam pertemuan2 beliau..kehidupan sederhana dan bersahaja menjadi kehidupan pilihan kakek dan orangtua saya.

  7. wijayanto said

    @Minak_jingga
    Bapak tinggal dimana?

  8. Fajar said

    Bukan, bukan kejawen. Itu murni ilmu jiwa. Memang dalam membawakannya Ki Ageng masih sangat terpengaruh dengan budaya Jawa yg seperti itu — seperti juga Krishnamurti gk bisa dipisahin dengan latar belakangnya sebagai hasil pendidikan kaum teosofi…

  9. Wijayanto said

    @Fajar,
    terima kasih anda menegaskan bahwa KJ bukan kejawen, hanya karena dipelajari di tanah Jawa, banyak orang yang masih salah duga, menganggap KJ = Kejawen. Benar, KJ adalah “ilmu jiwa” atau saya kadang sebut sebagai filsafat.

  10. Liong Budiwan said

    Salam Kenal,

    Meski saya keturunan Tionghoa, tapi wah ajaran Ki Ageng punya nilai keluhuran tersendiri.
    Selama ini saya banyak menggali kawruh Cina, dan sekarang mulai merinding mengkorok membaca kawruh Jawa, terutama ajaran KAS.
    Saat ini saya berdomisili di Nusa Dewata.
    Jika ada jonggringan Karuh Jiwa di Bali, tolong dong alamatnya…
    Sekian, semoga ajarannya lebih banyak diminati oleh siapapun….

    regards,
    Liong

  11. Adi Prabowo said

    Salam Kenal mas, Langgeng Bungah Susah.

    Saya sangat senang dengan Kawruh Jiwa, juga merasa sangat beruntung mengenal KJ, karena lebih mengerti tentang arti hidup bahagia yang sebenarnya.

    Dan betul Kawruh Jiwa memang bukan Agama atau suatu keyakinan dan juga merupakan suatu ajaran tentang boleh dan tidak boleh, bagi saya Kawruh Jiwa adalah suatu ilmu pengetahuan tentang jiwa dan kehidupan.

    Terima kasih

  12. Sudarno said

    Salam kenal
    kepad Ki Wijayanto, minta infonya pertemuan jungringan di Jakarta ada tidak?, jika ada mohon infonya, jika belum bagaimana kalo diadakan.

  13. Wijayanto said

    Ada Pak, setiap bulan ada pertemuan di Jakarta, coba hubungi:
    Ki Grangsang Suryomentaram (putra Ki Ageng Suryamentaram)
    Jl. Balan 39, Pondok Labu, Jakarta Selatan 12450
    Telp. 021 – 7512678

  14. Sugeng tetepangan Kang MAs Wijayanto,

    Nuwun ijin lenggahan wonten Pedepokan njenengan njih???

    Sala,…Salim…Rahayu

  15. kawula alit said

    Salam kenal..
    Ki Wijayanto.. saya sangat tertarik dg ajaran kawruh jiwa. Minta infonya, pertemuan jungringan di Surabaya atau Jawa Timur apakah ada ki?

    Saya ada saran… Buku2 Ki Ageng Suryamentaram coba diterbitkan dalam bentuk buku ki… kalau bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia d& Bahasa Asing. Saya yakin pasti banyak peminat, mengingat makna dan isinya yg sangat mendalam. Filsafat2 leluhur kita sebenarnya sangat dalam isinya, hanya sayangnya kurang dipopulerkan. Beda dg filsafat barat, yg sudah jadi acuan bagi dunia akademisi. Padahal isinya saya jauh lebih dalam daripada filsafat barat yg terlalu mengandalkan logika, tapi gersang dalam olah rasa.

    Matur nuwun & mohon informasi pertemuan jungringan di Surabaya atau Jawa Timur dimana ya? Kalau belum ada mohon untuk diadakan juga…

  16. bambangwiratno said

    kawruh begja,intinya ngilmu pengakuan diri kita kepada keberadaan ataupun kekuasaan sang sedulur papat atau nafsu empat kita yang berada di dalam sang kendali INGSUN(diri pribadi kita),beruntung kita dapat MENGENALNYA,RAHAYU..

  17. sugiyono said

    salam kenal….
    Ki wijayanto….saya dulu pernah ikut jungringan di klaten, bareng ki sumardi, ki sukar dan ketemu prof yang dari jepang, waktu itu yang menyampaikan ki harsono…(walaupun cuma 2 hari),sangat menarik sekali filsafat ki ageng, karena keterbatasan waktu, saya mempelajari hanya dari buku-buku. saya banyak dengar ketokohan Ki Ageng dari kakek saya (almarhum), kata kakek rumahnya dulu sering di pakai Ki Ageng untuk junggringan dengan masyarakat, sekarang saya tinggal di kalimantan, sering saya cari-cari perkembangan KJ lewat internet..Tolong kalau bisa hasil-hasil jungringan di upload … matur suwun

  18. Sasongko said

    Rahayu,
    Hatur sungkem ing ngarso PORO WINASIS soho PORO KI ingkang mirungggan mamongi Blog meniko. Adalem sakbrayat kadang saking Tebet lan saking Jombang saksampunipun sumerep wontening mirunggan meniko badhe tansah andedherek ngangsu kawruh. Sinaoso dalem sak brayat dereng saged lumintu sowan ing saben-saben adicoro kadhapuk nanging estu menawi sedoyo ingkang kawejang ing Blog meniko tansah dalem pundhi minongko gegamaning lampah batos dalem.
    Mugi dhangan ing duko Poro Winasis soho Poro Ki dene sowan adalem kirang prayogi.
    Mugi tansoyo hangremboko kathah tinambah Putro Mudho Taruno Nuswantoro hangrukti mring Wewarah Agung Jowo.
    Sungkem dalem konjuk sinambi ngrantos kawelasaning Gusti.
    Rahayu, rahayu, rahayu.

  19. warju said

    sugeng sonten ki,kados pundi,ingkang ngawsi,lan ingkang dipun awasi,niku sami boten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: