Ilmu Bahagia

Salah satu cara menjalani hidup dengan (lebih) bahagia …

Tahu dan Merasa Tahu (weruh lan ngira weruh)

Posted by Wijayanto on September 22, 2007

Ketika seseorang memiliki keyakinan tertentu (yang kemudian diungkapkannya dalam bentuk pendapat, sikap atau tindakan), sebenarnya ada 2 kemungkinan yang terjadi.  Pertama orang itu tahu tentang keyakinannya tersebut.  Kedua, orang itu merasa tahu tentang keyakinannya tersebut.

Contoh: orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada,–pertama– karena tahu bahwa Tuhan itu memang ada (pernah “bertemu” dengan Tuhan); — kedua– merasa tahu bahwa Tuhan itu ada. Orang percaya bahwa Nabi “A” itu akan menuntun kepada surga, karena tahu bahwa Nabi “A” itu akan menuntun ke surga atau karena ‘merasa tahu’ bahwa Nabi “A” itu akan menuntun ke surga.  Bahkan ketika orang percaya bahwa surga dan neraka itu ada, pun ada 2 kemungkinan: tahu atau merasa tahu bahwa surga dan neraka itu ada.

Orang tahu karena pengalamannya, dan ada 3 kemungkinan sebab orang merasa tahu.

  1. orang merasa tahu sesuatu karena katanya (menurut) orang lain, sesuatu itu demikian adanya — (jarene) termasuk jarene buku, jarene koran, jarene siapa/apapun.
  2. orang merasa tahu sesuatu karena mengira bahwa sesuatu itu memang demikian (kira-kira, duga-duga)
  3. orang merasa tahu sesuatu karena berpikir bahwa sepantasnya/sepatutnya demikian (patut-patut-e)

Misalnya orang merasa tahu bahwa Tuhan itu ada

  1. karena jarene pendeta, jarene kyai, jarene kitab suci, Tuhan itu ada.
  2. karena mengira/menduga bahwa Tuhan itu ada
  3. karena berpikir bahwa sepatutnya/sepantasnya bahwa Tuhan itu ada.

Jadi kalau saya menulis beberapa topik di sini (dan beberapa tulisan di website lainnya), itu ada 2 kemungkinan, saya tahu, atau saya merasa tahu.  Kalau saya merasa tahu, itu bisa karena jarene, bisa jadi karena saya mengira demikian, atau karena saya berpikir bahwa sepatutnya demikian.

Dan yang pasti tulisan yang sedang anda baca ini adalah jarene saya… (sehingga anda boleh percaya boleh tidak  —- kalau tidak percaya, itu karena anda menganggap tulisan saya salah, pertanyaan saya, apakah anda tahu atau merasa tahu apa/bagaimana yang benar?

Anda tahu atau merasa tahu?
Bahkan anda pun mungkin kadang merasa tahu bahwa anda tahu segala sesuatu.  ya khan…..?!

2 Responses to “Tahu dan Merasa Tahu (weruh lan ngira weruh)”

  1. Iki sing diarani COCOK GALICOK COCOK…wis pas tenan bumbune Sam.
    BLOKO SUTO wae ketimbang di omelin wong loyo…he..he..Lah mo apa lageh wong adanya begitcu…Lanjut….Apik dienggo nek gak apik ditinggal…
    Halah…iki barang lawastak gowo nggo sangu mulih nang kalimantan ah…
    Eit..permisi dulu Sam, gak kethok lawang blusukan sampek pawon..
    Salam

  2. peter ingemar said

    Sedikit memgenai rasa tau (bukan rasa tahu, hehehe)
    Orang benar2 tau( ngerti .jw) kalau org tsb sudah mengalaminya.Dalam proses mengalami org akan melibatkan panca indranya, sehingga apabila ada 2 orang yang mengalami kejadian yg sama akan mendapatkan pengertian yang berbeda, karana proses pengindraan yg berbada.
    Sehingga menurut saya tidak ada rasa tau yg absolut.semua menurut keadaan (enverioment) , baik itu mengenai phisik maupun kondisi kejiwaan orang yg mengalami. Namun hal tsb tidak menjadi masalah karena pengetahuan , apalagi tentang jiwa haruslah dialami karena itu menyangkut rasa.Dengan lata lain orang merasa tau mengenai kaweruh jiwa karena memnaca saja sebetulnya dia belum tau karena belum menhalaminya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: