Ilmu Bahagia

Salah satu cara menjalani hidup dengan (lebih) bahagia …

Kawruh Jiwa

Posted by Wijayanto on September 21, 2007

Banyak orang tidak mengetahui bahwa Kawruh Jiwa (KJ) adalah psikologi terapan lokal yang bisa dimanfaatkan untuk memelihara kesehatan-pikiran (rasa) agar seseorang merasakan kebahagian dan kedamaian pribadi. Caranya, antara lain, dengan menghayati ‘apa yang terjadi,disini, begini, apapun bentuknya tidak menolak’.
Semboyan ini menjadikan orang siaga, sabar, dan tidak menghindar dari tanggungjawab. Dengan melaksanakan metapora tsb orang akan mengetahui bahwa:(a) dalam hidup yang terjadi dalam pelbagai perisitiwa saat ini yang silih berganti itu adalah hadirnya rasa bungah/susah;(b) rasa frustasi, bahagia dan damai adalah konstruksi rasa pada pikir kita berdasarkan pencapai karep yang harus dimodifikasikan terus menerus menjadi mulur atau mungkret. Dengan mengetahui arah kekarepan, orang akan sadar ada konsekuensi bila gegayuhan tersebut menjadi tindakan interaksi atau desain perilaku sosial terhadap sesama; (c) hakekat rasa damai dan bahagia hadir dari dalam-diri, sebagai pengalaman pribadi yang subyektif. Rasa damai dan bahagia yang berasal dari luar, misalnya ajaran/doktrin, adalah semu dan tidak nyata.

diedit dari tulisan Tri Kadarsila di http://www.instantbulletin.com/forum/viewtopic.php?t=6&mforum=salatiga

2 Responses to “Kawruh Jiwa”

  1. budi kudus said

    dalam kejawen ada kebatinan dalam islam ada makrifat
    Dalam kebatinan ada kawruh jiwa dalam makrifat ada tarekat
    Dalam kawruh jiwa ada kiAgeng soeryamentaram dalam tarekat ada syech Abdul Qadir Jaelani
    Kesimpulannya Kawruh jiwa dan tarekat adalah salah satu cara untuk bisa weruh lan ngaweruhi yang tersembunyi dari diri pribadi sendiri,hakekatnya ada kawulo dan ada gusti,yang sama2 memiliki hak dan kewajiban masing2 yang tak dapat dipisahkan

  2. tantri said

    @ Budi Kudus
    “dalam kejawen ada kebatinan dalam islam ada makrifat
    Dalam kebatinan ada kawruh jiwa dalam makrifat ada tarekat”

    apakah kebatinan itu…??
    apakah kawruh jiwa itu adalah kejawen…??
    apakah hak dan kewajiban “gusti” menurut Bapak…??
    mohon pencerahannya,

    suwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: