Ilmu Bahagia

Salah satu cara menjalani hidup dengan (lebih) bahagia …

Kawruh Jiwa sebagai Logikopsikologi

Posted by Wijayanto on September 21, 2007

KJ berasumsi perilaku seseorang selalu logis dan bertujuan. Ada motif dan (ber)kehendak didalamnya. Manusia bermakna karep. Sehingga dengan demikian mereka akan selalu siap/memperhitungkan (sembarang) risiko (material dan psikologis) yang terjadi. Itulah nalar dampak psikologi perbuatan.
Tetapi yang sering terjadi justru sebaliknya, bertindak dulu berfikir kemudian. Mereka menjadi teledor, kurang melakukan analisis dampak.
KJ menganjurkan Subyek melakukan mawas diri nonton arah jalannya kemauan (Aku kramadangsa) dan mengkalkulasi dampaknya, terutama aspek psikologis; apalagi ketika menghadapi masalah. Dengan menggunakan formula “saya mau apapun yng terjadi (bentuk dan wujudnya) saat ini, di sini” plus 6 SA. Subyek menjadi obyektif, tidak lari, tatag dan teges men nanggung resiko. Tidak terjadi pertentangan batin kerna tahu yang pasti terjadi hanyalah susah atau bungah. Tidak mungkin terjadi serentak keduanya. Bukti sejarah Subyek selalu kuat menanggungnya.

diedit dari tulisan Tri Kadarsila di http://www.instantbulletin.com/forum/viewtopic.php?t=13&mforum=salatiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: