Sebutan: Ki , Nyi, Pambahureksa, Bangkokan, Junggringan
Posted by Wijayanto on January 10, 2008
Dalam komunitas pelajar Kawruh Jiwa (KJ), biasa digunakan sebutan ‘Ki‘, untuk menyebut orang laki-laki dan ‘Nyi‘ untuk menyebut orang perempuan.
Sebutan Ki dan Nyi ini tidak hanya berlaku bagi para orang tua namun juga orang /anak muda, bahkan untuk anak kecil.
Prinsip kesetaraan manusia dalam KJ tidak membedakan tingkat-tingkat usia.
Prinsip tanpa guru tanpa murid, tidak membedakan antara “pelajar baru” dengan “pelajar lama” atau yang sudah “ahli”
Para pengurus komunitas pelajar KJ disebut ‘Pambahureksa‘
Orang-orang yang sudah “mumpuni” dalam KJ sering disebut ‘Bangkokan Kawruh Jiwa’.
Ya.. kata “bangkokan” diambil dari kata yang dipakai untuk menyebut pemimpin rombongan kera (monyet). Dalam rombongan kera (monyet), kera pemimpinnya disebut “Bangkokan”
Kata “bangkokan” ini digunakan mungkin dengan maksud bahwa orang yang “mumpuni” tersebut tidak sombong (dibandingkan misalnya disebut dengan guru/guru besar– yang dapat menimbulkan rasa “puas” dan “bangga”). Apa yang dapat dibanggakan dari ‘pemimpin rombongan kera’?
Pertemuan-pertemuan pelajar KJ disebut junggringan. Kata yang diambil dari kata-kata “junggring saloka” , tempat berkumpulnya para dewata di khayangan.
(Ki) Wijayanto